BANDUNG,
KOMPAS.com -- Kebutuhan akan materi kependudukan dan keluarga berencana
dalam pendidikan mendesak. Ini mengingat jumlah penduduk Indonesia yang
mencapai 237,64 juta jiwa dan tingkat kelahiran 2,6 dengan pertumbuhan
1,49 persen per tahun.
Pendidikan kependudukan belum
memasyarakat dan tidak mendapat perhatian pemerintah. Akibatnya, sampai
sekarang bentuk pelaksanaan pendidikan kependudukan belum jelas.
Hal ini mengemuka dalam pertemuan koordinasi lintas sektor pelaksanaan
program pendidikan kependudukan antara Badan Kependudukan dan Keluarga
Berencana (BKKBN) dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan serta
Kementerian Agama, Rabu hingga Kamis (10/11/2011) di Bandung, Jawa
Barat.